Bukan Sekadar Pelatihan, Ini Gerakan! YDML dan GPI Papua Muting Cetak Jemaat Mandiri Lewat Ayam Petelur dan Kebun Terpadu

MUTING, 3 Juli 2026 — Yayasan Dahatok Milah Lestari (YDML) bersama Klasis GPI Papua Muting Merauke menggelar pelatihan pengelolaan ayam petelur dan pertanian terpadu di wilayah Muting, Rabu (3/7/2026). Pelatihan ini diikuti oleh 29 orang dari berbagai jemaat yang tergabung dalam Klasis GPI Papua Muting Merauke.

Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri ahli dari Politeknik Pertanian Yasanto Merauke, yaitu Ibu Maya Novi Pelamonia yang mengampu bidang peternakan dan Ibu Puji Susanti Artaningsih yang mengampu bidang pertanian. Mereka membekali peserta dengan ilmu terapan yang siap diimplementasikan langsung di pekarangan gereja maupun lahan jemaat masing-masing.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang pengelolaan ayam petelur, mulai dari masa Doc (Day Old Chick) atau pertumbuhan hingga memasuki masa produksi. Ibu Maya Novi menegaskan bahwa keberhasilan beternak ayam petelur tidak bisa dicapai dengan setengah-setengah.

“Para anggota kelompok harus serius memperhatikan perkembangan ayam. Mulai dari pakan, minum, hingga pemberian vitamin secara rutin. Jika perawatan dilakukan dengan disiplin, maka saat masa produksi tiba, telur yang dihasilkan akan maksimal. Jangan pernah mengabaikan kebersihan kandang karena sanitasi yang buruk menjadi biang keladi munculnya bakteri dan penyakit,” tegas Ibu Maya dengan lugas di hadapan peserta.

Ia juga mengingatkan bahwa peternakan bukan sekadar hobi, melainkan usaha produktif yang membutuhkan komitmen dan kerja keras. Dengan pengelolaan yang baik, ayam petelur mampu menjadi sumber protein hewani sekaligus penopang ekonomi keluarga yang berkelanjutan.

Di sisi lain, Ibu Puji Susanti memperkenalkan konsep pertanian terpadu sebagai solusi cerdas bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pertanian terpadu adalah sistem yang menggabungkan berbagai aktivitas pertanian—tanaman pangan, peternakan, dan pengolahan limbah—dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

“Model ini memanfaatkan sumber daya secara optimal. Kotoran ternak tidak dibuang sia-sia, tetapi diolah menjadi pupuk organik untuk menyuburkan tanaman. Dengan pendekatan ini, petani bisa menekan biaya produksi, meningkatkan hasil panen, dan menjaga kelestarian lingkungan. Inilah pertanian berkelanjutan yang kita butuhkan,” ujar Ibu Puji dengan penuh semangat.

Ia menambahkan bahwa pertanian terpadu bukan sekadar teknik, tetapi juga pola pikir. Masyarakat harus mulai melihat bahwa setiap limbah memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan benar.

Pelatihan ini tidak berhenti pada teori. Sebagai bentuk komitmen nyata, setiap peserta pulang dengan membawa bibit sayuran, tomat, cabai, dan EM-4 (Effective Microorganisms) sebagai perangsang pertumbuhan tanaman. Bekal ini diharapkan menjadi titik awal implementasi ilmu yang telah mereka terima di jemaat masing-masing.

Pdt. Andre Serhalawan, selaku Direktur YDML dan Badan Pekerja Eksekutif GPI Papua, menyampaikan bahwa pelatihan ini adalah langkah awal dari program pendampingan jangka panjang.

“Kami tidak ingin pelatihan ini berakhir sia-sia. YDML akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan secara berkala untuk memastikan bahwa ayam petelur dan pertanian terpadu berjalan dengan baik di setiap jemaat. Ini adalah gerakan kemandirian yang harus kita rawat bersama,” ujar Pdt. Andre Serhalawan dengan penuh optimisme.

Ia juga menekankan bahwa pemanfaatan lahan pekarangan gereja dan jemaat merupakan strategi cerdas untuk menciptakan ketahanan pangan berbasis komunitas. Dengan lahan yang ada, jemaat tidak hanya bergantung pada bantuan dari luar, tetapi mampu memproduksi kebutuhan pangan sendiri.

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi, menunjukkan keseriusan untuk menerapkan ilmu yang didapat. Semangat gotong royong dan kebersamaan terlihat jelas saat mereka saling berbagi pengalaman dan harapan.

Salah satu peserta mengungkapkan rasa syukurnya atas pelatihan ini. “Kami sangat terbantu dengan ilmu yang diberikan. Selama ini kami hanya bertani secara tradisional. Sekarang kami tahu cara mengelola ayam petelur dan memanfaatkan limbah ternak untuk menyuburkan tanaman. Semoga program ini terus berlanjut,” katanya dengan penuh haru.

Pelatihan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara yayasan sosial, perguruan tinggi, dan komunitas gereja mampu melahirkan solusi inovatif bagi masalah pangan dan ekonomi di pedalaman Papua. Langkah kecil di Muting hari ini adalah fondasi bagi kemandirian besar di masa depan.

YDML dan GPI Papua Muting Merauke berkomitmen untuk terus bergerak. Bukan sekadar memberi ikan, tetapi mengajarkan cara memancing. Bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi pendampingan berkelanjutan. Karena mereka percaya, kemandirian pangan adalah hak setiap masyarakat, dan itu harus diperjuangkan bersama.

  • Related Posts

    Perangi Stunting dari Halaman Gereja: Program YDML dan GPI Papua Hadirkan Solusi Pangan Bergizi di Bade

    BADE, 17 Juni 2026 — Di tengah tantangan ketahanan pangan dan tingginya angka stunting di wilayah pedalaman Papua, Yayasan Dahetok Milah Lestari (YDML) bersama Klasis GPI Papua Muara Digul mengambil…

    Read more

    Bawang goreng kenari suku Lauje

    Oleh :  Esther Telaumbanua Di tengah persidangan SMSA – GPI 2025 kemaren, ada oleh-oleh yang menarik perhatian peserta terutama kaum perempuan. Bawang goreng!  Bawang goreng memang akrab di lidah kaum…

    Read more

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    Bukan Sekadar Pelatihan, Ini Gerakan! YDML dan GPI Papua Muting Cetak Jemaat Mandiri Lewat Ayam Petelur dan Kebun Terpadu

    • By Admin
    • July 4, 2026
    • 122 views
    Bukan Sekadar Pelatihan, Ini Gerakan! YDML dan GPI Papua Muting Cetak Jemaat Mandiri Lewat Ayam Petelur dan Kebun Terpadu

    Perangi Stunting dari Halaman Gereja: Program YDML dan GPI Papua Hadirkan Solusi Pangan Bergizi di Bade

    • By Admin
    • June 19, 2026
    • 76 views
    Perangi Stunting dari Halaman Gereja: Program YDML dan GPI Papua Hadirkan Solusi Pangan Bergizi di Bade

    “Merauke Bersistem Error, Siak Berkantong Kosong: Ketika Jas Putih Harus Berteriak Menagih Hak”

    • By Admin
    • May 14, 2026
    • 81 views
    “Merauke Bersistem Error, Siak Berkantong Kosong: Ketika Jas Putih Harus Berteriak Menagih Hak”

    Alergi Terhadap “Pesta Babi” : Sebuah signal performativity of repression dari penguasa kepada Masyarakat!

    • By Admin
    • May 11, 2026
    • 235 views
    Alergi Terhadap “Pesta Babi” : Sebuah signal performativity of repression dari penguasa kepada Masyarakat!

    KETERASINGAN DALAM KERJA: KRITIK JACQUES ELLUL TERHADAP DUNIA KERJA

    • By Admin
    • May 1, 2026
    • 132 views
    KETERASINGAN DALAM KERJA: KRITIK JACQUES ELLUL TERHADAP DUNIA KERJA

    Kolaborasi Keluarga BEKAL PEMIMPIN: Menggerakkan Sere Wangi Menuju Kejayaan Ekonomi OAP Kampung Soa 2026

    • By Admin
    • April 22, 2026
    • 99 views
    Kolaborasi Keluarga BEKAL PEMIMPIN: Menggerakkan Sere Wangi Menuju Kejayaan Ekonomi OAP Kampung Soa 2026