“Muda, Peduli, dan Tak Kenal Lelah – GPI Youth Go Green Harus Terus Menyala!”

Kaimana, 9 Mei 2025 – Dengan semangat yang membara, rangkaian kegiatan GPI Youth Go Green resmi berakhir hari ini. Namun, api perjuangan para pemuda gereja untuk menyelamatkan lingkungan justru semakin berkobar. Hasil konkretnya? Empat video kampanye lingkungan yang menyentuh hati, bukti bahwa pemuda GPI tidak hanya bicara, tetapi beraksi! Di Jemaat GPI Papua Alfa Omega Batu Putih, para peserta tidak hanya mendapat teori, tetapi juga pengalaman langsung dalam advokasi lingkungan.

Dace Kurdouw, salah satu peserta, menegaskan: “Kegiatan ini harus diadopsi oleh Kompel Sinode dan Klasis GPI Papua Kaimana! Kami belajar cara melakukan edukasi lingkungan yang efektif, bahkan membuat video kampanye sederhana tapi powerful. Pemuda gereja tidak boleh diam saat melihat kerusakan alam merugikan masyarakat!”
Tina Tuanubun dari kelompok Rusa Jingga berbagi insight penting: “Selama dua hari ini, saya belajar satu hal: kita harus bersatu. Pemuda gereja perlu bergandeng tangan menyuarakan isu lingkungan—ini tanggung jawab kita sebagai penjaga bumi!”

Sementara itu, Selfina Bary memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sinode GPI Am: “Program seperti ini harus dibakukan! GPI Youth Go Green tidak boleh berhenti di Kaimana. Pemuda di seluruh jemaat GPI Papua perlu terlibat!”

Boas Bretne, perwakilan tuan rumah dari kelompok Lahan Kosong, terinspirasi oleh materi pembuatan video kampanye: “Ternyata, dengan handphone saja, kami bisa membuat konten yang mengedukasi dan mengajak orang lain berbuat baik untuk lingkungan. Ini luar biasa!”

Para peserta mengucapkan terima kasih sepenuh hati kepada Ibu Esther Telaumbanua dan Pdt. Andre Serhalawan yang telah membagikan ilmu dan pengalaman mereka.

#GPIGoesToKaimana
#YouthGoGreen
#PemudaGerejaPeduli #GPIPapua

Related Posts

Susteran Marantha Bersaksi: Air Mata untuk Tanah yang Sekarat

(Refleksi Film Dokumenter Investigasi Pesta Babi) Oleh : Pdt. Andre Serhalawan Bertempat di gedung Susteran Marantha Waena, malam ini terasa panas menikam. Tapi panas ini membakar semangat yang menyala dihadapan…

Read more

MEMBANGGAKAN FOOD ESTATE, MENGHANGUSKAN LUMBUNG PANGAN LOKAL: SEBUAH NARASI KRITIS UNTUK MEMPERTEGAS POSISI PGI TERKAIT DENGAN PENOLAK PSN FOOD ESTATE DI MERAUKE PAPUA SELATAN

Oleh : Pdt. Andre Serhalawan Disclaimer Sebelum memulai tulisan ini, saya menggarisbawahi bahwa pertama, kajian narasi kritis ini adalah sebuah upaya mengkaji pandangan (POV) dari PGI mengapa mereka tiba pada…

Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Siapa sih yang untung dari proyek padi ini?

  • By Admin
  • April 16, 2026
  • 7 views
Siapa sih yang untung dari proyek padi ini?

Susteran Marantha Bersaksi: Air Mata untuk Tanah yang Sekarat

  • By Admin
  • March 6, 2026
  • 69 views
Susteran Marantha Bersaksi: Air Mata untuk Tanah yang Sekarat
  • By Admin
  • March 1, 2026
  • 32 views

Bisnis Adalah Perampokan dan Perlawanan Adalah Kejahatan: Sebuah Drama Twain di Ujung Timur Indonesia

  • By Admin
  • February 22, 2026
  • 16 views
Bisnis Adalah Perampokan dan Perlawanan Adalah Kejahatan: Sebuah Drama Twain di Ujung Timur Indonesia

Cermin Kata: Refleksi Karakter Manusia di Balik Objektivitas Tulisan

  • By Admin
  • February 17, 2026
  • 21 views
Cermin Kata: Refleksi Karakter Manusia di Balik Objektivitas Tulisan

MEMBANGGAKAN FOOD ESTATE, MENGHANGUSKAN LUMBUNG PANGAN LOKAL: SEBUAH NARASI KRITIS UNTUK MEMPERTEGAS POSISI PGI TERKAIT DENGAN PENOLAK PSN FOOD ESTATE DI MERAUKE PAPUA SELATAN

  • By Admin
  • February 16, 2026
  • 35 views
MEMBANGGAKAN FOOD ESTATE, MENGHANGUSKAN LUMBUNG PANGAN LOKAL: SEBUAH NARASI KRITIS UNTUK MEMPERTEGAS POSISI PGI TERKAIT DENGAN PENOLAK PSN FOOD ESTATE DI MERAUKE PAPUA SELATAN