MONEV Rutin EcoNusa ke YDML: Evaluasi Capaian dan Rencana Keberlanjutan

Merauke, 16 Mei 2025, Tim Yayasan EcoNusa setelah melaksanakan program Nilai Ekonomi Karbon 14-15 Mei 2025 bertempat dihotel SwissBel Merauke, maka mereka melanjutkan dengan kunjungan kerja dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (MONEV) rutin ke Yayasan Dahetok Milah Lestari (YDML) di Merauke. Kunjungan ini bertujuan untuk membahas perkembangan program kerja sama kedua lembaga, termasuk persiapan rencana strategis untuk tahun 2025.

EcoNusa yang diwakili oleh Regional Leader Sdr. Maryo Sannudin dkk melakukan berdiskusi intensif bersama YDML mengenai rencana program di tahun ini termasuk berbagai capaian juga di dalamnya terkait dengan penguatan kapasitas masyarakat adat dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan juga pembahasan diarahkan terkait dengan strategi pendampingan komunitas lokal untuk meningkatkan nilai ekonomi produk-produk unggulan.

Tim EcoNusa mengevaluasi capaian program yang telah dijalankan, termasuk tantangan dan solusi untuk mempercepat implementasi di lapangan. Sementara itu, YDML memaparkan perkembangan kegiatan pemberdayaan masyarakat, terutama dalam pengelolaan hasil hutan non-kayu.

Lebih lanjut, Produk-produk lokal hasil kurasi YDML, seperti hasil olahan kacang mete, VCO, keripik, kerupuk dan kerajinan tangan, akan dipasarkan di Kabupaten Merauke maupun dikirimkan ke Bandara Sorong untuk distribusi lebih luas. Di sisi lain, EcoNusa memberikan masukan terkait peningkatan kualitas, kemasan, dan strategi pemasaran agar produk dapat bersaing di pasar regional.

Pdt. Andre Serhalawan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Econusa sebab “Kunjungan ini memperkuat kolaborasi antara EcoNusa dan YDML dalam mendorong ekonomi berkelanjutan di Papua. Kedua pihak sepakat untuk terus berkoordinasi dalam memastikan program berjalan efektif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat adat setempat”, demikian tambahnya.

Hasil MONEV ini akan menjadi bahan penyusunan rencana aksi lebih detail, termasuk pelatihan teknis, pendampingan pemasaran, dan penguatan kelembagaan YDML.

Related Posts

Bawang goreng kenari suku Lauje

Oleh :  Esther Telaumbanua Di tengah persidangan SMSA – GPI 2025 kemaren, ada oleh-oleh yang menarik perhatian peserta terutama kaum perempuan. Bawang goreng!  Bawang goreng memang akrab di lidah kaum…

Read more

Kolaborasi Hangat di Enggol Jaya: Klasis GPI Papua Muting, YDML, dan Masyarakat Wujudkan Usaha Mandiri

Muting, Merauke – Semangat kemandirian ekonomi menggelora di Kampung Enggol Jaya, Distrik Muting. Pada Selasa, 30 September 2025, para ibu dan bapak dari masyarakat asli Papua dengan penuh antusias mengikuti…

Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Siapa sih yang untung dari proyek padi ini?

  • By Admin
  • April 16, 2026
  • 6 views
Siapa sih yang untung dari proyek padi ini?

Susteran Marantha Bersaksi: Air Mata untuk Tanah yang Sekarat

  • By Admin
  • March 6, 2026
  • 69 views
Susteran Marantha Bersaksi: Air Mata untuk Tanah yang Sekarat
  • By Admin
  • March 1, 2026
  • 32 views

Bisnis Adalah Perampokan dan Perlawanan Adalah Kejahatan: Sebuah Drama Twain di Ujung Timur Indonesia

  • By Admin
  • February 22, 2026
  • 15 views
Bisnis Adalah Perampokan dan Perlawanan Adalah Kejahatan: Sebuah Drama Twain di Ujung Timur Indonesia

Cermin Kata: Refleksi Karakter Manusia di Balik Objektivitas Tulisan

  • By Admin
  • February 17, 2026
  • 20 views
Cermin Kata: Refleksi Karakter Manusia di Balik Objektivitas Tulisan

MEMBANGGAKAN FOOD ESTATE, MENGHANGUSKAN LUMBUNG PANGAN LOKAL: SEBUAH NARASI KRITIS UNTUK MEMPERTEGAS POSISI PGI TERKAIT DENGAN PENOLAK PSN FOOD ESTATE DI MERAUKE PAPUA SELATAN

  • By Admin
  • February 16, 2026
  • 34 views
MEMBANGGAKAN FOOD ESTATE, MENGHANGUSKAN LUMBUNG PANGAN LOKAL: SEBUAH NARASI KRITIS UNTUK MEMPERTEGAS POSISI PGI TERKAIT DENGAN PENOLAK PSN FOOD ESTATE DI MERAUKE PAPUA SELATAN